Kobaran Api Demokrasi di Malam Api Unggun Saka Adhyasta Pemilu Bawaslu Kota Semarang: Pengawas Muda Lintas Daerah Siap Kawal Demokrasi
|
SEMARANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Saka Adhyasta Pemilu yang berlangsung pada 6–8 September 2026. Kegiatan yang didesain untuk mencetak kader pengawas partisipatif ini diikuti oleh pelajar tingkat SMA yang berasal dari dalam Kota Semarang maupun luar Kota Semarang.
Selama tiga hari, para peserta tidak hanya menikmati suasana alam Gunungpati, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas untuk memperkuat wawasan, karakter, dan kepekaan terhadap nilai-nilai demokrasi.
Bawaslu Kota Semarang menghadirkan empat narasumber dari berbagai latar belakang untuk memberikan perspektif yang beragam dan relevan bagi peserta.
Materi diawali oleh Awang Wisnuaji dari Kwarcab Kota Semarang yang membahas “Penguatan Peran dan Eksistensi Saka dalam Gerakan Pramuka.” Selanjutnya, akademisi dan praktisi Henry Casandra Gultom menyampaikan materi “Peran Critical Thinking dan Analisis Sosial dalam Pengembangan Karakter Pramuka yang Berdikari.”
Kemampuan komunikasi peserta juga diasah melalui sesi “Speak with Impact: Membangun Kemampuan Komunikasi yang Percaya Diri dan Efektif” yang disampaikan oleh public speaker Imam Syakur. Sementara itu, Ghinari Oryza Sativa, konten kreator, membekali peserta dengan “Strategi Kreatif Membangun Konten Edukatif di Media Sosial.”
Anggota Mabi Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang, Euis Noor Faoziah, mengatakan berbagai materi yang diberikan menjadi bekal penting bagi peserta untuk memahami demokrasi dan kepemiluan secara lebih utuh.
“Materi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan tentang demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga mengajak adik-adik untuk berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, dan memahami bagaimana peran mereka sebagai generasi muda dalam menjaga demokrasi. Jadi, teori yang mereka dapatkan di sini diharapkan bisa menjadi bekal ketika mereka terjun dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Euis.
Tak berhenti pada teori, peserta juga turun langsung melalui agenda Sambang Warga. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dengan masyarakat sekaligus mendorong warga untuk berani menolak dan melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu.
Anggota Mabi Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang, Maria Goreti J. R. H., mengatakan keterlibatan peserta dalam Sambang Warga menjadi pengalaman penting untuk menumbuhkan kepedulian dan keberanian dalam mengawal demokrasi dari lingkungan terdekat.
“Melalui Sambang Warga, adik-adik Saka belajar bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Dari lingkungan yang paling dekat, mereka bisa mengajak warga untuk bersama-sama menolak politik uang dan berani menyampaikan jika menemukan dugaan pelanggaran,” ujar Maria.
Puncak rangkaian kegiatan Kemah Saka Adhyasta Pemilu berlangsung dalam suasana penuh kehangatan saat para peserta mengikuti api unggun pada malam hari. Di tengah kobaran api dan suasana kebersamaan antarpeserta, Ketua Pinsaka Adhyasta Pemilu Kota Semarang, Dwijaya Samudra Suryaman, menyampaikan pesan yang membangkitkan semangat peserta untuk terus berperan dalam pengawasan partisipatif.
“Kobaran api unggun malam ini adalah representasi dari menyalanya semangat juang, integritas, dan komitmen adik-adik sekalian. Sebagai anggota Saka Adhyasta Pemilu, kalian adalah obor penggerak yang akan menerangi dan mengawal jalannya demokrasi di daerah masing-masing. Jangan biarkan api pengawasan partisipatif ini padam selepas perkemahan ini usai,” ujar Dwijaya.
Usai api unggun, suasana semakin meriah dengan digelarnya pentas seni. Peserta dari SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, SMA Negeri 9 Semarang, SMA Islam Unggulan Nurul Islami, Saka Adhyasta Rembang dan Saka Adhyasta Kendal menampilkan beragam kreativitas dalam suasana penuh kebersamaan.
Anggota Mabi Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang, V. Silvania Susanti, mengapresiasi kreativitas dan antusiasme peserta dalam pentas seni tersebut.
“Apresiasi untuk seluruh peserta yang sudah berani tampil dan menunjukkan kreativitasnya. Ini bukan hanya soal siapa yang paling bagus, tetapi bagaimana adik-adik berani tampil, bekerja sama, dan saling menghargai. Semangat kebersamaan seperti ini yang ingin kita tumbuhkan melalui Saka Adhyasta Pemilu,” ujar Silvania.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Semarang berharap para pramuka penegak ini dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan virus pengawasan pemilu partisipatif di lingkungan sekolah dan daerah mereka masing-masing.*
Penulis: Ghea
Editor: Fernanda Allice
Foto: Humas