Lompat ke isi utama

Berita

Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Kota Semarang Ajak Siswa SMA Laboratorium UPGRIS Jadi Pemilih Pemula yang Cerdas

KPU Goes To School di SMA Laboratorium UPGRIS

Semarang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang mendorong pemilih pemula untuk memahami demokrasi dan menggunakan hak pilih secara cerdas, rasional, serta bertanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih melalui program KPU Goes to School di SMA Laboratorium UPGRIS (20/10).

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi para siswa, khususnya kelas XI, untuk mempersiapkan diri sebagai pemilih pemula pada Pemilu 2029. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menggunakan hak pilih, tetapi juga mampu menentukan pilihan berdasarkan informasi yang benar, visi dan misi, serta rekam jejak calon pemimpin.

Kepala SMA Laboratorium UPGRIS, Nor Khoiriyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa siswa kelas XI akan menjadi bagian dari pemilih pemula pada pelaksanaan Pemilu mendatang. Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari demokrasi dan aktif bertanya apabila terdapat hal yang belum dipahami.

Kegiatan kemudian dibuka oleh Anggota KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak mengenal proses demokrasi sekaligus memahami peran mereka sebagai warga negara yang memiliki hak dan tanggung jawab dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa.

”Sosialisasi pemilih pemula menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan KPU Goes to School. Selain memberikan pemahaman mengenai Pemilu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk pemilih yang kritis, sehingga mampu menyikapi berbagai informasi politik secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki tugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta mencegah terjadinya pelanggaran dan kecurangan.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman saat menjadi narasumber

”Saya berpesan kepada para siswa yang pada Pemilu mendatang genap berusia 17 tahun agar mulai memperhatikan status kepesertaan mereka sebagai pemilih, termasuk memastikan bahwa nama mereka telah tercatat dalam daftar pemilih. Kesadaran tersebut penting agar hak pilih dapat digunakan pada waktunya sesuai dengan persyaratan yang berlaku,” ujar Arief.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Semarang, Bambang Pramusinto menjelaskan bahwa Pemilu 2029 akan menjadi momentum bagi para siswa yang telah memenuhi persyaratan untuk menggunakan hak pilihnya. Menurutnya, perjuangan generasi saat ini untuk berpartisipasi dalam menentukan pemimpin tidak lagi dilakukan melalui pertempuran fisik seperti pada masa perjuangan terdahulu, melainkan melalui penggunaan hak pilih secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, para siswa perlu mempersiapkan diri dengan mengenali visi, misi, dan rekam jejak calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.

Pada kesempatan yang sama, narasumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang, Joko Hartono menekankan pentingnya karakter dan adab sebagai bagian dari pembentukan generasi muda. Menurutnya, adab mencerminkan karakter dan nilai-nilai yang menjadi bekal penting bagi seseorang dalam meraih kesuksesan.

Joko juga menyampaikan bahwa Dispendukcapil Kota Semarang membuka layanan perekaman KTP elektronik di SMA Laboratorium UPGRIS. Layanan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan para siswa yang telah memenuhi persyaratan untuk melakukan perekaman dokumen kependudukan sebagai bagian dari persiapan administrasi menuju usia pemilih.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas pemimpin dan arah pembangunan negara turut dipengaruhi oleh kualitas pilihan masyarakat dalam Pemilu. Oleh sebab itu, pemilih perlu bersikap rasional, mempertimbangkan informasi secara objektif, serta tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan pengaruh sesaat.

Sosialisasi Pendidikan Pemilih di SMA Laboratorium UPGRIS

Melalui kegiatan KPU Goes to School ini, Bawaslu Kota Semarang berharap para siswa SMA Laboratorium UPGRIS dapat memahami bahwa menjadi pemilih bukan sekadar datang ke tempat pemungutan suara dan mencoblos, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi.

Pendidikan pemilih sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun generasi yang sadar akan hak dan kewajibannya, kritis dalam menerima informasi, serta berani mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang rasional. Dengan demikian, pemilih pemula diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, berintegritas, dan bermartabat pada 2029 mendatang.*

Penulis: Hamam Ghufron

Editor: Fernanda Allice

Foto: Humas