Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Pendidikan Demokrasi Bagi Generasi Muda, Bawaslu Kota Semarang Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026

Bawaslu Kota Semarang menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bawaslu Kota Semarang dan SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang pada Kamis (11/6).

Bawaslu Kota Semarang menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bawaslu Kota Semarang dan SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang pada Kamis (11/6).

SEMARANG – Bawaslu Kota Semarang menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bawaslu Kota Semarang dan SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang pada Kamis (11/6).

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bawaslu Kota Semarang dan SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang

Kegiatan ini diikuti oleh siswa SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang serta dihadiri oleh Ketua, Anggota, dan jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Semarang. P2P merupakan bagian dari agenda nasional Bawaslu yang dilaksanakan hingga tingkat kabupaten/kota dengan sasaran utama kalangan pelajar dan generasi muda sebagai calon pemilih serta agen pengawas partisipatif di masa depan.

Kepala SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, Maryono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bawaslu Kota Semarang atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan P2P Tahun 2026.

“Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi anak-anak kami. Kami bersyukur dapat menjadi peserta dalam kegiatan ini karena mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap demokrasi. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya

Sambutan Koordiv Humas dan Data Informasi Bawaslu Provinsi Jateng

Koordinator Divisi Humas dan Data Informasi Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Sosiawan, dalam sambutannya yang disampaikan secara daring menjelaskan bahwa P2P merupakan kegiatan yang berbasis pada pengawasan masyarakat sehingga memfokuskan perhatian pada generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.

“Pemilu Tahun 2029 merupakan momentum yang sangat strategis. Berdasarkan data, sekitar 45 persen pemilih berasal dari kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha. Kami berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen-agen pengawas partisipatif yang berkualitas di lingkungan masing-masing,” jelasnya

Lebih lanjut, Sosiawan menjelaskan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam pengawasan Pemilu karena masyarakat tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas di lingkungannya masing-masing.

“Generasi muda dipilih karena mereka adalah masa depan bangsa yang harus memiliki kesadaran terhadap demokrasi dan kepemiluan. Kami berharap mereka dapat berperan aktif dalam mengawal Pemilu Tahun 2029 agar berjalan jujur, adil, dan berintegritas,” tambahnya

Sambutan Ketua Bawaslu Kota Semarang

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, menyampaikan bahwa dipilihnya SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada potensi dan kualitas peserta didik yang dinilai mampu menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pembelajaran mandiri yang sebelumnya telah diikuti peserta secara daring. Materi yang telah dipelajari kemudian diperdalam melalui kegiatan tatap muka dengan fasilitator dan narasumber dari Bawaslu Kota Semarang,” ujar Arief

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai metode pembelajaran yang interaktif dan partisipatif. Pada sesi pertama, peserta melakukan simulasi penanganan dugaan pelanggaran Pemilu, mulai dari praktik politik uang hingga penyelesaian sengketa antarpeserta Pemilu. Melalui simulasi tersebut, peserta diajak memahami secara langsung mekanisme pengawasan dan penyelesaian permasalahan kepemiluan.

Simulasi penanganan dugaan pelanggaran pemilu

Untuk menjaga semangat dan membangun kekompakan peserta, kegiatan juga diselingi dengan sesi bina suasana yang dikemas secara menarik dan edukatif. Sesi ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, serta mendorong kerja sama antarpeserta.

Selanjutnya, pada sesi kedua peserta mengasah kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan analisis berita dan informasi yang berkaitan dengan isu kepemiluan. Hasil analisis tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk video edukasi dengan tema politik uang, netralitas ASN, anti hoaks, dan anti golput sebagai upaya meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Semarang berharap dapat meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan pelajar serta mendorong lahirnya generasi muda yang aktif, kritis, dan berintegritas dalam mengawal proses demokrasi demi terwujudnya Pemilu yang bermartabat dan berintegritas.

Penulis : Diera Mayang

Editor : Fernanda

Foto : Humas