Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Semarang Gandeng Dinas Pendidikan Siapkan Program Bawaslu Goes to School

Sesi foto bersama antara Bawaslu Kota Semarang dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang

Semarang – Bawaslu Kota Semarang melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang (3/6), guna membahas pelaksanaan program Bawaslu Goes to School. Program tersebut dirancang sebagai upaya pendidikan demokrasi dan penguatan pengawasan partisipatif bagi pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Anggota Bawaslu Kota Semarang, Dwijaya Samudra Suryaman, menjelaskan bahwa program Bawaslu Goes to School akan menyasar empat SMP di Kota Semarang. Oleh karena itu, dukungan dan kolaborasi dari Dinas Pendidikan Kota Semarang diperlukan untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara optimal.

Anggota Bawaslu Kota Semarang, Dwijaya Samudra Suryaman

“Program Bawaslu Goes to School direncanakan menyasar empat SMP di Kota Semarang. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan dan kerja sama dari Dinas Pendidikan Kota Semarang agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi para pelajar,” ujar Dwijaya.

Menurutnya, sinergi dengan Dinas Pendidikan menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan edukasi kepemiluan kepada generasi muda sejak dini. Selain memperkenalkan tugas dan fungsi pengawasan pemilu, program tersebut juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada para pelajar.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kota Semarang, V. Silvania Susanti, menyampaikan bahwa sasaran utama program ini adalah pelajar berusia sekitar 15 tahun yang dalam beberapa tahun mendatang akan memasuki usia pemilih pemula.

“Kegiatan ini menyasar anak-anak usia sekitar 15 tahun yang diproyeksikan dua tahun ke depan akan menjadi pemilih pemula. Harapannya, ketika mereka telah memiliki hak pilih, mereka sudah memiliki bekal pengetahuan yang cukup dan dapat menjadi pemilih yang aktif, bukan sekadar pasif dalam proses demokrasi,” kata Silvania.

Ia menambahkan bahwa pendidikan demokrasi sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pemilih yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya.

Menanggapi rencana tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Ali Sofyan, menyambut baik inisiatif yang digagas Bawaslu Kota Semarang. Menurutnya, program edukasi demokrasi bagi pelajar perlu menjangkau seluruh wilayah Kota Semarang secara merata.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Ali Sofyan

“Kami berharap kegiatan Bawaslu Goes to School dapat dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Kota Semarang dan tidak hanya terfokus pada sekolah-sekolah di wilayah tertentu,” ujar Ali Sofyan.

Ia menilai pemerataan pelaksanaan program akan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelajar untuk memperoleh pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan.

Sementara itu, Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Semarang, Yudha Wijayanto, memberikan masukan terkait waktu pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, program tersebut akan lebih efektif apabila dilaksanakan menjelang pelaksanaan pemilihan ketua OSIS di sekolah.

“Kegiatan ini akan lebih tepat dilaksanakan menjelang pemilihan ketua OSIS. Kami akan mencermati sekolah-sekolah yang akan menyelenggarakan pemilihan ketua OSIS sehingga materi yang diberikan dapat lebih relevan dan mudah dipahami oleh para siswa,” ungkap Yudha.

Audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara Bawaslu Kota Semarang dan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan pelajar. Melalui program Bawaslu Goes to School, diharapkan lahir generasi muda yang memahami nilai-nilai demokrasi, memiliki kesadaran politik yang baik, serta siap menjadi pemilih yang cerdas dan partisipatif pada masa mendatang.

Penulis: Christina P

Editor: Fernanda Allice

Foto: Humas