Bawaslu Ajak Warga Karanganyar Jadi Pemilih Cerdas dan Tolak Politik Uang
|
SEMARANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Semarang menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dengan tema peran serta masyarakat dalam pemilu yang diadakan oleh Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tugu sebagai upaya mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kualitas demokrasi (27/4).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua RT, ketua RW, Linmas, serta LPMK sebagai perwakilan unsur masyarakat di tingkat kelurahan. Acara dibuka dengan sambutan dari Lurah Karanganyar, Sutardi, yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung pemilu yang berkualitas.
Hadir sebagai narasumber, Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Fraksi Demokrat, Sugi Hartono; Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Fraksi Partai Solidaritas Indonesia, Benediktus Narendra Keswara; serta Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman.
Dalam pemaparannya, Sugi Hartono mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas dan rasional dalam menentukan pilihan. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya mengikuti arus atau terpengaruh oleh iming-iming sesaat yang justru dapat merugikan dalam jangka panjang.
“Jadilah pemilih yang cerdas yang tidak sekadar ikut arus atau tergiur imbalan uang,” ujarnya.
Sementara itu, Benediktus Narendra Keswara menekankan bahwa pemilu merupakan sarana utama dalam menentukan kepemimpinan, sehingga partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan demokrasi.
“Pemilu menjadi penting karena partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menentukan pemimpin,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih, tetapi juga ikut menjaga kondusivitas serta mengawasi jalannya proses pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, menegaskan bahwa peningkatan kualitas demokrasi tidak terlepas dari komitmen bersama untuk menolak praktik politik uang yang masih menjadi tantangan dalam setiap penyelenggaraan pemilu.
“Untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Kota Semarang, salah satunya adalah dengan menolak praktik politik uang,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran masyarakat dalam pengawasan sangat penting untuk memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai dengan prinsip jujur dan adil.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Semarang berharap masyarakat semakin sadar akan peran strategisnya dalam pemilu, sehingga dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan proses demokrasi yang berintegritas di Kota Semarang.
Penulis: Christina Pambudi
Editor: Fernanda Allice
Foto: Humas