Bawaslu Ibarat Wasit, Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini pada Forum Anak Wonotingal
|
Semarang – Upaya menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan sejak usia dini terus diperkuat. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang bersama DPRD Kota Semarang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Pemberdayaan Perempuan dan Anak bertema “Pelatihan Keorganisasian Forum Anak” yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang melalui Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Minggu (08/02/2025).
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Lurah Wonotingal tersebut diikuti oleh 20 anak yang tergabung dalam Forum Anak Kelurahan Wonotingal. Pelatihan ini menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk memahami organisasi, kepemimpinan, kerja sama, serta pengenalan demokrasi sejak usia dini.
Anggota Bawaslu Kota Semarang Euis Noor Faoziah dalam paparannya menjelaskan peran dan fungsi Bawaslu dengan analogi yang mudah dipahami anak-anak. Ia mengibaratkan Bawaslu sebagai wasit dalam sebuah pertandingan, yang bertugas menjaga agar jalannya demokrasi tetap sesuai dengan aturan.
“Bawaslu itu seperti wasit. Tugasnya bukan hanya mencegah pelanggaran, tetapi juga menindak jika terjadi pelanggaran dalam Pemilu,” ujar Euis.
Ia menambahkan, praktik demokrasi sejatinya sudah dekat dengan kehidupan anak-anak, salah satunya melalui Pemilos (Pemilihan Ketua OSIS) di sekolah. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal ketika kelak mereka memasuki usia pemilih.
“Ketika sudah berusia 17 tahun, teman-teman harus menjadi pemilih cerdas. Jangan mau tergoda dengan politik uang, karena itu melanggar aturan dan merusak demokrasi,” tegasnya.
Euis juga mengingatkan peran media sosial yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana kampanye dan ekspresi pendapat, namun harus digunakan secara bijak.
“Berita hoaks adalah berita yang tidak benar. Kalau menemukannya, jangan diteruskan. Cukup berhenti di teman-teman,” pesannya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Fraksi PKB, Gumilang Febriyansyah, menekankan pentingnya Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi diri, serta berperan aktif dalam pembangunan yang ramah anak.
Menurutnya, Forum Anak bukan sekadar organisasi, tetapi mitra pemerintah yang perlu diperkuat kapasitas keorganisasian, kepemimpinan, dan kerja tim agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Forum anak adalah ruang belajar sekaligus ruang aspirasi. Teman-teman di sini belajar menyampaikan pendapat dengan baik, serta menyusun dan menjalankan program kegiatan,” ungkap Gumilang.
Ia juga menyoroti pentingnya struktur organisasi yang jelas, pembagian peran, serta etika dalam berorganisasi. Melalui keterlibatan aktif dalam Forum Anak, peserta dilatih menjadi pribadi yang bertanggung jawab, percaya diri, mampu bekerja sama, dan saling menghargai.
“Dengan aktif berorganisasi sejak dini, teman-teman dilatih kepemimpinan, manajemen kegiatan, hingga cara bermusyawarah dan berdiskusi. Ini bekal penting untuk masa depan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Forum Anak Kelurahan Wonotingal semakin berdaya, terorganisir, dan aktif menyuarakan aspirasi anak, sekaligus tumbuh menjadi generasi muda yang sadar demokrasi, kritis, beretika, dan berintegritas.
Penulis : Vika
Editor : Fernanda Allice
Foto : Humas