Bawaslu Perkuat Pengawasan Partisipatif Melalui Perkemahan, Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang Resmi Dikukuhkan!
|
SEMARANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan pelantikan dan pengukuhan pengurus Majelis Pembimbing (Mabi) serta Pimpinan Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang. Prosesi sakral ini dikemas dalam rangkaian kegiatan perkemahan yang berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 6 - 8 September 2026.
Acara yang berpusat di eks Edupark Sumurejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang ini menjadi momentum penting dalam memperluas basis pengawasan pemilu partisipatif berbasis generasi muda. Istimewanya, perkemahan ini tidak hanya diikuti oleh SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, SMA Negeri 9 Semarang, dan SMA Unggulan Nurul Islami, tetapi juga melibatkan peserta dari luar daerah, yakni anggota Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Kendal dan Kabupaten Rembang.
Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pihak dan tokoh penting, di antaranya Ketua Mabi Saka Adhyasta Pemilu Provinsi Jawa Tengah, jajaran pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Semarang, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gunungpati. Hadir pula jajaran Bawaslu dari daerah sekitar, yakni Bawaslu Kabupaten Semarang, Bawaslu Kabupaten Demak, dan Bawaslu Kota Salatiga.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan dan sinergi lintas sektor dalam memperkuat peran Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus bagian dari upaya membangun kesadaran demokrasi dan pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Semarang, Bambang Pramusinto, turut memberikan apresiasi sekaligus arahan kepada para anggota Pramuka yang baru dikukuhkan. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah, jajaran pengawas pemilu, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memperkuat kesadaran demokrasi di kalangan pemuda.
“Pramuka tidak hanya belajar tentang kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga bagaimana menjadi bagian dari masyarakat. Melalui Saka Adhyasta Pemilu, adik-adik bisa belajar mengenal demokrasi, memahami pentingnya pengawasan, dan ikut menjaga suasana yang kondusif. Sinergi antara pemerintah, Bawaslu, dan generasi muda seperti ini harus terus kita kuatkan,” ujar Bambang Pramusinto.
Ketua Mabi Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang, Arief Rahman, memberikan pesan dan arahan khusus kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menekankan pentingnya peran aktif gerakan Pramuka sebagai ujung tombak pengawasan di lingkungan masyarakat.
"Saka Adhyasta Pemilu ini bukan sekadar wadah organisasi, melainkan ruang pengabdian nyata bagi generasi muda untuk bertumbuh, belajar, dan bergerak bersama demi tegaknya demokrasi yang berintegritas," ujar Arief Rahman di hadapan para peserta.
Melalui pelantikan dan perkemahan bersama tersebut, Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembinaan, tetapi mampu menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif yang aktif, mandiri, dan berintegritas. Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat memperluas jangkauan pendidikan demokrasi serta mendorong semakin banyak masyarakat mengambil peran dalam mengawal proses demokrasi menuju Pemilu 2029.*
Penulis: Ghea
Editor: Fernanda
Foto: Humas