Perkuat Barisan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Kota Semarang Gelar Pelatihan Saka Adhyasta
|
Semarang – Bawaslu Kota Semarang bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Semarang melaksanakan Pelatihan Saka Adhyasta Pemilu di SMA Islam Sultan Agung 1 pada Jumat (10/4). Kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri oleh siswa pramuka penegak dari SMA Islam Sultan Agung 1, tetapi juga dari SMA lainnya dan anggota pramuka pandega dari beberapa Perguruan Tinggi di Kota Semarang yang berminat menjadi anggota Saka Adhyasta Pemilu.
Perwakilan Kwarcab Kota Semarang, Nur Sodiq, yang akrab disapa Kak Shodiq, hadir sebagai pemateri. Ia memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis krida dalam Saka Adhyasta Pemilu serta tugas pada masing-masing krida.
“Sebelum memilih krida, sebaiknya adik-adik mengetahui tugas yang akan diemban. Pastikan pilihan tersebut sesuai dengan minat dan keinginan,” ujar Kak Sodiq.
Kepala Subbagian Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Semarang, Fernanda Allice Pradita, turut memberikan materi terkait Krida Pencegahan.
“Harapannya, adik-adik yang bergabung dalam Krida Pencegahan mampu mengembangkan potensi diri, khususnya dalam membuat konten edukasi, publikasi, serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mencegah pelanggaran pemilu,” jelas Kak Nanda.
Turut hadir Anggota Bawaslu Kota Semarang, Dwijaya Samudra Suryaman, yang menekankan pentingnya Saka Adhyasta sebagai wadah pembelajaran dan penguatan kapasitas generasi muda di bidang kepemiluan. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan ini tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga bekal pengetahuan yang relevan bagi peserta yang ingin terjun langsung dalam dunia kepemiluan.
“Bergabung dengan Saka Adhyasta Pemilu memberikan banyak manfaat, terutama bagi adik-adik yang memiliki minat di bidang kepemiluan. Sertifikat pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bukti bahwa peserta telah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasar pengawasan yang akan sangat berguna ke depan,” ujar Kak Jaya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat barisan pengawas partisipatif yang berintegritas dan berkelanjutan di Kota Semarang. Melalui pelatihan Saka Adhyasta Pemilu, Bawaslu Kota Semarang tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan pengawasan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap demokrasi sejak dini. Sinergi antara Bawaslu, Gerakan Pramuka, dan masyarakat diharapkan agar terus terjalin guna menciptakan ekosistem pengawasan yang inklusif, responsif, dan mampu menjaga kualitas demokrasi yang lebih baik.
Penulis: Aditya Bagus
Editor: Fernanda Allice
Foto: Humas