Lompat ke isi utama

Berita

Tanamkan Kesadaran Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Kota Semarang Gelar Goes to School di SMP Negeri 3 Semarang

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif: Bawaslu Kota Semarang Goes to School yang diselenggarakan di SMP Negeri 3 Semarang, Selasa (4/8/2026).

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif: Bawaslu Kota Semarang Goes to School yang diselenggarakan di SMP Negeri 3 Semarang, Selasa (4/8/2026). 

SEMARANG – Bawaslu Kota Semarang terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif: Bawaslu Kota Semarang Goes to School yang diselenggarakan di SMP Negeri 3 Semarang, Selasa (4/8/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, dan pengawasan partisipatif kepada pelajar sebagai calon pemilih pada Pemilu mendatang. SMP Negeri 3 Semarang menjadi sekolah pertama dalam rangkaian program Bawaslu Goes to School yang selanjutnya akan dilaksanakan di sejumlah SMP lainnya di Kota Semarang sebagai upaya memperluas pendidikan demokrasi kepada pelajar.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Anggota KPU Kota Semarang, Muchammad Arif Agung Nugroho, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Bambang Pramusinto.

Kegiatan disambut oleh Kepala SMP Negeri 3 Semarang, Endah Saraswati, yang menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kota Semarang atas pelaksanaan program tersebut di sekolahnya. Menurutnya, pendidikan demokrasi perlu dikenalkan sejak usia sekolah agar peserta didik tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab, menghargai keberagaman, serta memahami pentingnya menjaga kehidupan demokrasi.

p

"Pendidikan demokrasi perlu dikenalkan sejak usia sekolah agar peserta didik memiliki karakter sebagai warga negara yang bertanggung jawab, menghargai perbedaan, serta memahami pentingnya menjaga kehidupan demokrasi," ujarnya

Lebih lanjut, Endah berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta didik mengenai kepemiluan, tetapi juga mampu membentuk karakter yang kritis, jujur, dan bertanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.

"Kami berharap melalui kegiatan ini para siswa semakin memahami arti penting demokrasi, berani menyampaikan pendapat secara santun, menghargai perbedaan, serta memiliki kesadaran untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab di masa depan," tambahnya

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas demokrasi Indonesia pada masa mendatang. Oleh karena itu, pendidikan politik dan wawasan kebangsaan perlu diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki ketahanan terhadap berbagai tantangan demokrasi, seperti politik uang, penyebaran hoaks, politik identitas, maupun sikap apatis terhadap proses politik.

"Implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila keempat, menjadi fondasi penting dalam membentuk pemilih yang rasional, berintegritas, dan mampu menentukan pilihan berdasarkan visi, misi, serta rekam jejak calon, bukan karena pengaruh informasi yang menyesatkan maupun praktik transaksional. Program Bawaslu Goes to School menjadi salah satu sarana efektif untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut kepada pelajar," jelasnya

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Bambang Pramusinto

Bambang juga menekankan bahwa keberhasilan demokrasi tidak hanya diukur dari tingginya tingkat partisipasi pemilih, tetapi juga dari kualitas partisipasi masyarakat. Menurutnya, generasi muda harus didorong menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan berani menolak berbagai bentuk pelanggaran demokrasi sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas.

"Anak-anak inilah yang kelak akan menjadi penentu arah bangsa. Karena itu, mari kita siapkan generasi yang memiliki wawasan kebangsaan, mampu menyaring informasi dengan bijak, serta berani mengatakan tidak terhadap politik uang dan segala bentuk pelanggaran demokrasi." tegas Bambang

Melalui program Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kota Semarang berharap semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya pengawasan partisipatif, memiliki kesadaran berdemokrasi sejak dini, serta kelak menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam setiap pelaksanaan Pemilu maupun Pemilihan. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya demokrasi yang kuat di lingkungan sekolah dan memperluas partisipasi generasi muda dalam mengawal demokrasi di Kota Semarang.

Penulis : Arief Rizal

Editor : Fernanda Allice

Foto : Humas