Tidak Sekadar Memilih, Warga Semarang Dapat Berperan Dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu
|
Semarang – Peran strategis warga dalam mencegah pelanggaran Pemilu menjadi sorotan dalam diskusi publik yang digelar di Kelurahan Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Kegiatan tersebut menghadirkan unsur legislatif dan penyelenggara Pemilu, kedua nya menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi (11/2).
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Fraksi Partai Gerindra, Abdul Majid, menegaskan bahwa esensi Pemilu tidak sekadar memilih pemimpin, melainkan memastikan proses demokrasi berjalan sesuai asas yang diamanatkan konstitusi.
“Tujuan pemilu adalah demokrasi yang luber jurdil,” ujar Abdul Majid.
Ia menekankan bahwa asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil harus menjadi komitmen bersama. Menurutnya, masyarakat memiliki posisi penting sebagai pengawas partisipatif yang dapat mencegah berbagai potensi pelanggaran sejak dini.
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, menambahkan bahwa pendekatan pencegahan menjadi prioritas dalam pengawasan Pemilu dan Pilkada. Ia menyebutkan, sinergi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat menjadi kunci terciptanya proses demokrasi yang tertib dan kondusif.
“Upaya pencegahan dari Bawaslu Kota Semarang pada Pemilu dan Pilkada kemarin bisa berlangsung dengan baik dan lancar,” kata Arief Rahman.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran publik untuk terlibat aktif dalam pengawasan. Partisipasi warga dalam melaporkan dugaan pelanggaran dinilai memperkuat sistem pengawasan yang dilakukan Bawaslu.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Fraksi PDI Perjuangan, Joko Susilo, menekankan bahwa kualitas proses Pemilu akan menentukan kualitas kepemimpinan yang dihasilkan.
“Pemilu diharapkan bisa betul-betul memilih pimpinan yang baik,” ujarnya.
Ia menilai, pencegahan pelanggaran merupakan langkah fundamental agar Pemilu mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Diskusi publik tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Pemilu yang bersih dan berintegritas tidak hanya bergantung pada penyelenggara, diperlukan juga kesadaran dan keberanian warga dalam menjaga demokrasi di lingkungannya masing-masing.
Penulis: Christina P
Editor: Fernanda Allice
Foto: Humas